Kabar yang terdengar meyakinkan tetap perlu dibaca dalam beberapa lapisan: apa yang dinyatakan, bagian mana yang berupa penilaian, dan dari mana informasinya berasal. Literasi media mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan mendekonstruksi pencitraan media, serta menafsirkan dan mengevaluasi pesan [1]. Memisahkan tiga lapisan itu adalah cara praktis untuk menerapkan keterampilan tersebut saat memeriksa sebuah kabar.
BOHONG77: Pisahkan klaim, opini, dan sumber
Klaim menyatakan sesuatu yang dapat diperiksa. Opini menyampaikan penilaian atau tafsiran. Sumber menunjukkan asal informasi—bukan sekadar akun atau orang yang meneruskannya. Ketiganya bisa hadir dalam satu kalimat, tetapi tidak bisa diuji dengan cara yang sama.
Contoh rekaan: "Layanan ini buruk karena antreannya panjang." Ungkapan "antreannya panjang" adalah klaim yang perlu diperjelas: antrean di mana, kapan, dan berdasarkan keterangan siapa? Kata "buruk" adalah penilaian; untuk memahaminya, periksa alasan dan standar yang dipakai. Kalimat itu sendiri belum menjelaskan apakah penilaian tersebut mengikuti klaimnya.
Telusuri asal informasi, bukan hanya penyebarnya
Sebuah unggahan bisa meneruskan kabar dari akun lain, yang mungkin mengutip laporan atau dokumen tertentu. Karena itu, periksa siapa yang pertama kali menyampaikan informasi, kapan dan dalam konteks apa informasi itu muncul, serta apakah rujukan yang disebut dapat ditelusuri. Kesadaran tentang cara pesan media dibuat dan diakses merupakan bagian dari literasi media [1].
Jika sebuah kabar mengutip sumber lain, buka rujukannya bila tersedia. Bila asalnya belum jelas, catat bahwa sumbernya belum terlacak; jangan menganggap pengulangan kabar sebagai bukti tambahan dengan sendirinya.
Ajukan pertanyaan yang sesuai
Untuk klaim: apa tepatnya yang dinyatakan, dan bukti apa yang bisa memeriksanya?
Untuk opini: fakta apa yang dipakai sebagai alasan, dan nilai atau standar apa yang mendasari penilaiannya?
Untuk sumber: siapa yang menerbitkan informasi, dari mana bahan awalnya, dan apakah konteksnya masih utuh?
Kalimat yang terdengar tegas belum tentu memuat bukti yang kuat, sementara sebuah opini tidak otomatis menjawab benar atau salahnya klaim yang menjadi alasannya. Dengan memeriksa isi, penilaian, dan asal informasi secara terpisah, pembaca punya dasar yang lebih jelas untuk memutuskan apakah kabar itu layak dibagikan.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Literasi media. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29986627&title=Literasi_media (diakses 2026-10-02).